Sebagai ibu muda yang masih newbie dalam dunia memasak, saya seringkali kebingungan untuk menyiapkan makanan bagi keluarga kecil saya yang terdiri dari suami dan dua balita. Bingung dalam mencari menu makanan yang pas dan disukai seluruh anggota keluarga, ditambah lagi bingung untuk mencari waktu memasak yang tepat dengan adanya dua balita yang terkadang tidak membiarkan kita memiliki cukup waktu untuk memasak atau bahkan beres-beres rumah. Dan pada akhirnya seringkali kita makan tidak tepat waktu atau hanya membuat telur dadar dadakan atau terpaksa beli makanan di luar. Sesekali membeli makanan berat diluar sih tidak masalah, tapi jika dilakukan setiap hari lumayan menguras pengeluaran untuk makan saja.
Setelah melihat-lihat postingan para ibu dalam hal memasak, ada satu hal yang membuat saya tertarik. Yaitu membuat meal planning. Ya. Jika ditinjau lagi membuat perencanaan makan untuk beberapa hari ke depan lebih memudahkan kita untuk memasak dengan cepat dan tidak mengulur waktu banyak untuk hanya sekedar memikirkan menu makan di hari itu. Belum lagi mempersiapkan bahannya yang ternyata banyak yang tidak tersedia di dapur, itu membuat kepala semakin pusing dan jadi tidak semangat untuk memasak.
Beberapa kali saya sempat membuat meal planning mingguan dirumah, dan ternyata sangat menyenangkan dan memudahkan kita tidak hanya dalam memasak, tapi juga mengatur pengeluaran keuangan kita, membeli bahan-bahan yang tepat dan yang hanya dibutuhkan saja sehingga tidak banyak membuang bahan-bahan yang nantinya tidak terpakai, busuk, dan terpaksa dibuang. Mubazir jadinya.
MEMBUAT MEAL PLANNING
Beberapa kali saya kesulitan dalam membuat meal planning ini. Saya bingung langkah pertama yang harus dilakukan apakah dengan membuat menu makannya terlebih dahulu, ataukah menentukan budgetnya dulu, atau mungkin membuat list bahan masakannya dulu. Langkah-langkah yang saya sebutkan tadi sebenarnya sangat berkaitan dalam membuat meal planning mingguan ini, namun saya belum mendapat langkah awal yang sesuai. Dulu saya menentukan menu masakan nya terlebih dahulu. Jadi setiap harinya saya merencanakan memasak dua waktu, yaitu masakan pertama untuk sarapan, dan waktu memasak yang kedua untuk makan siang sekaligus makan malam. Namun kendala dari membuat menu masakan terlebih dahulu adalah bingung menentukan masakan apa saja yang pas, mudah dan cepat dibuat, dan disukai seluruh anggota keluarga. Apalagi saat itu saya masih memiliki satu anak dan belum banyak berpengalaman dalam hal memasak. Niatnya ingin membuat berbagai macam masakan yang lezat, bergizi, berbeda dan belum pernah dibuat oleh saya, sehingga suami semakin betah dan ketagihan dengan masakan kita. Tetapi karena terlalu muluk-muluk dengan keinginan seperti itu, ditambah lagi peralatan masak yang sangat terbatas, akhirnya saya gagal membuat meal planning pertama saya. *Crying...
Kemudian saya mencoba cara lain dengan menentukan budgetnya terlebih dahulu. Setelah menentukan budget mingguan untuk meal planning saya, saya pun menentukan bahan apa saja yang bisa saya beli dari budget tersebut. Ternyata cara ini pun kurang efektif untuk saya, karena kembali lagi saya masih seorang newbie dalam hal memasak sehingga saya bingung akan membuat menu apa saja dengan bahan-bahan tersebut, ditambah lagi terkadang saya membeli bahan terlalu banyak karena disesuaikan dengan budget yang dianggarkan. Kesalahan saya saat itu saya berpikiran harus membelanjakan semua yang sudah dianggarkan sesuai budget, dan saat itu anggaran yang saya tentukan ternyata lebih besar dari kebutuhan keluarga. Jadi saya membelanjakannya tetap mubazir, alias terlalu banyak. Hehe.
Dan metode selanjutnya saya menentukan bahan masakannya terlebih dahulu. Saya mencatat bahan masakan menjadi beberapa kategori, yaitu protein, sayur, bumbu-bumbu, buah, dan extra atau tambahan lain diluar ketiga kategori itu. Lalu saya tuliskan bahan-bahan yang ingin saya masak dari masing-masing kategori. Setelah itu saya tentukan ingin membuat masakan apa saja dari bahan-bahan yang saya tuliskan. Tapi ternyata menuliskan semua bahan terlebih dahulu juga kurang efektif bagi saya, karena saat harus dituliskan bahan-bahan masakan terlebih dahulu, itu membuat saya menerka-nerka dalam menuliskan berapa banyak bahan yang diperlukan, bumbu-bumbu yang dituliskan pun dicatat asal terutama dalam jumlahnya karna saya tidak tahu apa saja yang dibutuhkan dan berapa banyak jumlahnya. Dan pada saat dibelanjakan, terkadang jumlahnya terlalu banyak atau malah kurang, seperti bawang merah misalnya. Saya membeli hanya 1 ons, ternyata dari keseluruhan meal planning saat itu saya membutuhkan total bawang merah 1/4 kg, sehingga menjadi kurang saat eksekusi masak memasak.

Dari keseluruhan cara yang saya pakai untuk membuat meal planning, ternyata saya menyadari bahwa semua metode sama pentingnya dan dipakai disaat yang bersamaan. Kuncinya diawal agar menyusun meal planning itu menjadi mudah dan cepat, adalah dengan melakukan riset yang kemudian dicatat pada tiga metode perencanaan tersebut, membuat menu harian, menentukan budget, dan menulis bahan-bahan yang akan dibelanjakan sesuai kategori. Dan yang terpenting kita hanya perlu MEMULAI, karena disaat kita sudah memulai, maka kita akan mempunyai banyak pengalaman dan mulai terbiasa dengan kegiatan meal planning ini. Karena terbiasa, maka lama-lama menyusun dan mempraktekkan meal planning ini akan menjadi lebih mudah, cepat, dan menyenangkan.
Selamat berkreasi dan ber'mealplanning' ria :)
Komentar
Posting Komentar